Header image  
Irfan Arfianto  
  
 

 

 
>> NEWS

etikInet
detikcom
Ikuti, Indonesia ICT Summit 2007!
3 Ponsel Tipis Multimedia Nokia Siap Unjuk Gigi
Telkomsel Bakal Kena Denda?

19 January, 2007 8:50 AM

January 2007
Sun
Mon
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

 


 
 
Welcome

Selamat datang di situs Irfan Arfianto, Berbahagialah anda telah berhasil memasuki situs ini
Semoga Anda dapat keluar dari situs ini dengan selamat, silahkan menikmati semua 'hidangan' yang tersedia. Mohon maaf jika beberapa 'hidangan' belum dapat dinikmati karena masih sedang diramu alias underconstruction.

 

 
Flash NEWS

Ardhi Suryadhi - detikInet Perbaikan kabel fiber optik yang disebabkan gempa yang terjadi di Taiwan ternyata bisa memakan waktu lama. Internet pun bisa 'sekarat' berminggu-minggu. "Kalau gempa itu sampai menyebabkan kerusakan pada kabel fiber optik, sehingga ada yang harus diganti, maka perbaikannya bisa sampai berminggu-minggu untuk kembali ke kondisi semula," ujar Johar Alam, pengelola jalur interkoneksi antar ISP Open IXP, ketika dihubungi detikINET, Rabu (27/12/06). Hal itu dikarenakan, kabel tersebut ada di bawah laut, sehingga perlu waktu ekstra untuk bagi penyelam untuk memperbaiki kabel itu, tambahnya. Tetapi tak perlu khawatir, menurut Johar, biasanya ada alternatif untuk menghubungkan koneksi intenet jika ada bencana seperti ini. Alternatif itu adalah menggunakan kabel SEA-ME-WE (South East Asia-Middle East-Western Europe). Saat ini, Indosat sudah memiliki kabel SEA-ME-WE 4, yang merupakan kabel terbesar di dunia dengan kapasitas 1,2 terabyte. Kabel SEA-ME-WE merupakan cara alternatif untuk menghubungkan koneksi dengan melewati Jepang, Hongkong, namun akan tetap berujung di Amerika. "Jadi kalau gempa di Taiwan merusak fiber optiknya, maka diambil jalur di sisi kiri sebagai alternatif," ujar Johar. Sedangkan untuk kerugian, Johar memperkirakan nilai kerugian pasti sangat besar, namun sulit untuk menghitung angka pastinya. "Sulit untuk menghitung kerugiannya karena loss di Indonesia lebih bersifat intangible," tandasnya.(ash/wsh)

Diambil dari Detik.com